Badai di Italia tewaskan 17 orang, tumbangkan 14 juta pohon

Hujan lebat dan angin kencang merusak beberapa wilayah di Italia hingga menewaskan setidak-tidaknya 17 orang dan menumbangkan 14 juta pohon.

Seorang wisatawan Jerman pada Jumat tewas terkena petir di pulau Sardinia sementara satu lagi, yang tewas karena kejadian sama beberapa hari lalu, meninggal di rumah sakit, kata Badan Perlindungan Masyarakat Italia pada Sabtu.

Juru bicara mengatakan bahwa sejauh ini, Badan tersebut menerima laporan tentang 17 orang kehilangan nyawa karena cuaca sangat buruk.

Banyak di antara mereka tewas karena terkena pepohonan tumbang.

Coldiretti, perhimpunan perusahaan pertanian Italia, mengatakan dalam pernyataan bahwa angin kencang telah menumbangkan sekitar 14 juta pohon, kebanyakan di wilayah utara.

Daerah dari timur laut hingga ke Sisilia di barat daya telah terkena badai. Kerusakan terparah dialami kabupaten Trentino di utara serta Veneto, kabupaten di sekitar Venesia. Di wilayah itu, desa dan jalanan tertimbun dan terputus karena longsor.

Di Alpen dekat Belluno, sekitar 100 kilometer sebelah utara Venesia, pohon-pohon cemara bertumbangan bagaikan sekumpulan batang korek api.

Permukaan Bendungan Comelico Superiore, yang berada di utara dekat perbatasan dengan Austria, tertutup pohon-pohon cemara yang tumbang dan jatuh ke Sungai Piave.

“Kita membutuhkan setidaknya satu abad untuk kembali ke keadaan normal,” kata Coldiretti SBOBET.

Di Venesia, banyak lapangan dan tempat berjalan kaki terendam banjir berukuran tinggi, tertinggi yang pernah dialami kota kanal itu dalam satu dasawarsa terakhir.

Gubernur Veneto, Luca Zaia, mengatakan badai di wilayah tersebut menyebabkan kerugian sedikit-dikitnya 1 miliar euro.

Ibu negara Turki kecam kekerasan terhadap perempuan

Antalya, Turki (ANTARA News) – Ibu Negara Turki Emine Erdogan pada Jumat (26/10) mengutuk kekerasan terhadap perempuan dan menggambarkannya sebagai “pengkhianatan terhadap umat manusia”.

“Dalam satu kata, kekerasan terhadap perempuan –yang tersebar di seluruh dunia– adalah pengkhianatan terhadap umat manusia,” kata Emine dalam acara kesehatan perempua, Let`s Talk!, yang diadakan di Provinsi Laut Tengah Turki, Antalya.

“Sayangnya, satu dari setiap tiga perempuan terpajan pada kekerasan fisik dan seksual,” tambah Ibu Negara itu, sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu siang.

Baca juga: Warga Turki Tak Persoalkan Ibu Negara Pakai Jilbab

Ia menjadi tamu kehormatan dalam acara tersebut, simposium global mengenai penanggulangan tabu dan pemberdayaan perempuan.

Kegiatan global selama dua-hari itu, yang diselenggarakan melalui kemitraan dengan Dana Penduduk PBB (UNFPA), dihadiri oleh tokoh masyarakat, “orang yang berpengaruh”, pegiat sbobet indonesia dan pembuat kebijakan global guna menciptakan penyelesaian yang berkelanjutan dan menangani tabus seputar kesehatan perempuan di seluruh dunia.

Kegiatan itu, yang dituanrumahi oleh dermawan, juru kampanye, dan supermodel Rusia Natalia Vodianova, didukung oleh banyak mitra –termasuk perusahaan penerbangan nasional Turki, Turkish Airlines, dan Asosiasi Dinas Perjalanan Turki.

Trump serang Macron sepulang dari Paris

Washington/Paris (ANTARA News)  – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang rekan sejawatnya dari Prancis, Presiden Emmanuel Macron, pada Selasa (13/11) dalam serangkaian cuitan yang menggarisbawahi hubungan antara dua pemimpin, yang sebelumnya bersahabat berubah menjadi renggang, hanya dua hari setelah kembali dari Paris.

Dalam lima cuitan pada hari sama saat para pejabat Prancis memperingati serangan-serangan teroris tahun 2015, Trump menyinggung sekutu kunci AS itu atas kekalahan yang hampir dialaminya dari Jerman dalam dua perang dunia, industri anggurnya dan tingkat penerimaan Macron.

Trump kembali ke Washington dari lawatan akhir pekan di Paris untuk merayakan peringatan ke-100 Perang Dunia Satu. Di kota tersebut, hubungan yang renggang antara presiden AS dan para sekutunya dari Eropa terlihat jelas.

Pada Selasa, Trump menolak peringatan-peringatan Macron soal ancaman nasionalisme, yang disampaikan dalam upacara mengharukan di Paris pada Ahad. Sejumlah pemimin dunia menghadiri upacara tersebut.

Trump, yang mendengarkan pidato dari jarak beberapa meter, telah melukiskan dirinya sebagai nasionalis dan telah menjanjikan kebijakan “Dahulukan Amerika”.

Trump, pengembang properti serta mantan bintang acara realitas di televisi, mengatakan Macron memiliki “tingkat penerimaan yang rendah.” Ia juga menuduh Prancis melakukan praktek-praktek dagang tak adil atas anggur serta menyerang liputan berita lawatannya.

Presiden AS menunjuk komentar-komentar yang dilontarkan Macron baru-baru ini mengenai perlunya Eropa melindungi dirinya sendiri, dengan mencuit “Adalah Jerman dalam Perang Satu dan Dua – Bagaimana Prancis menangani itu? Mereka mulai belajar Bahasa Jerman di Paris sebelum AS datang. Bayar untuk NATO atau tidak!?”

“Omong-omong tak ada negara yang lebih nasionalis daripada Prancis, orang-orang yang sangat bangga – dan memang seharusnya begitu!” tulis Trump di cuitan lain, mengakhirinya dengan “BIKIN PRANCIS HEBAT LAGI!”

Ia membela diri atas ketakhadirannya yang banyak dikecam di acara peringatan pada Sabtu, dengan mengatakan Dinas Rahasia AS telah melarang pergi ke tempat acara karena masalah logistik. Gedung Putih sebelumnya mengatakan pihaknya membatalkan kehadiran Trump dengan menyebut alasan cuaca buruk sehingga penerbangan yang direncanakan dengan helikopter dibatalkan.

Direktur Komunikasi Strategis Gedung Putih Mercedes Schlapp, sementara itu, mengatakan lawatan Trump ke Paris berlangsung positif.

“Jelas lawatannya sukses,” ujar Schlapp kepada Fox News pada Selasa, dengan menyatakan Trump dan Macron “mengadakan pertemuan produktif” mengenai perdagangan dan NATO.

“Dia telah mengirim pesan kuat kepada sekutu kita di Eropa. Dan kami melihat beberapa perubahan dan sebagian positif datang dari para sekutu kita untuk membayar lebih kepada NATO. Kita perlu bantuan mereka,” katanya.

Baca juga: Perempuan pengunjuk rasa bertelanjang dada potong iringan Trump di Paris
Baca juga: Pemimpin dunia upacara di Paris, tandai Perang Dunia Satu berakhir

 
Sumber: Reuters
Editor: Mohamad Anthoni

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pemimpin dunia upacara di Paris, tandai Perang Dunia Satu berakhir

Paris (ANTARA News) – Sekitar 70 pemimpin dunia berkumpul dalam hujan di Arc de Triomphe di Paris pada Minggu untuk upacara khidmat menandai ulang tahun ke-100 Perang Dunia Pertama berakhir.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Kanselir Jerman Angela Merkel dan puluhan raja, presiden serta perdana menteri dari Eropa, Afrika, Timur Tengah dan sekitarnya bergabung dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menandai saat senjata tidak meletus di seluruh Eropa satu abad lalu, demikian Reuters melaporkan.

Peringatan itu adalah pusat dari penghargaan dunia untuk menghormati 10 juta tentara, yang terbunuh selama perang pada 1914-1918, dan saat Gencatan Senjata, yang ditandatangani di Prancis timur laut dan mulai berlaku pada pukul 11.00 pada 11 November 1918.

Ketika iringan Trump berada di Champs Elysees saat ke Arc de Triomphe, seorang perempuan pengunjuk rasa bertelanjang dada dari kelompok feminis radikal Fenmen berlari ke arah iringan itu, masuk beberapa meter sebelum ditangkap polisi.

Foto kejadian itu muncul untuk menunjukkan bahwa ia menuliskan “juru damai palsu” di seluruh tubuhnya.

Dalam langit-langit kaca di kaki lengkungan kemenangan, yang dibangun Kaisar Napoleon pada 1806, para pemimpin itu berdiri khidmat untuk upacara. Yang terakhir tiba adalah Putin, yang berjabat tangan dengan Macron, Merkel dan kemudian Trump, dengan mengacungkan jempol kepada pemimpin Amerika Serikat itu.

Macron berdiri untuk menghormat saat band tentara memainkan “Marseillaise”, lagu kebangsaan Prancis, sebelum berjalan menembus hujan untuk memeriksa pasukan. Ia kemudian mengambil tempat di bawah Arc sementara pemain selo Yo-Yo Ma melantunkan simfoni Bach.

Baca juga: Presiden Macron pimpin perayaan hari Bastille dengan parade militer

Baca juga: Mayoritas warga Prancis “tidak senang” dengan pemerintahan Macron

Dalam tampilan langka perasaan pemimpin dua kekuatan dunia, Macron dan Merkel berpegangan tangan pada Sabtu selama upacara sendu di hutan Compiegne, utara Paris, tempat perutusan Prancis dan Jerman menandatangani Gencatan Senjata, yang mengakhiri perang itu.

Kemelut tersebut adalah salah satu yang paling berdarah dalam sejarah, yang mengubah politik dan demografi Eropa. Tapi, perdamaian berumur pendek dan dua dasawarsa kemudian, Nazi Jerman menyerbu tetangganya.

Pada Minggu sore, Macron dijadwalkan menjadi tuan rumah peresmian Ajang Perdamaian Paris, yang berusaha meningkatkan pendekatan segi banyak atas keamanan dan pemerintahan dan akhirnya menghindari kesalahan, yang mengakibatkan Perang Dunia Pertama pecah.

Merkel dalam pernyataannya mengatakan ajang itu menunjukkan bahwa “pada hari ini ada kemauan, dan saya mengatakan ini atas nama Jerman dengan penuh keyakinan, untuk melakukan segalanya guna membawa tata lebih damai bagi dunia, meskipun kita tahu bahwa masih banyak pekerjaan, yang harus dilakukan”.

Trump, yang mendewakan kebijakan nasionalis “utamakan Amerika Serikat”, tidak akan menghadiri acara tersebut.

Pemimpin Amerika Serikat itu mengatakan tidak akan pula mengadakan pertemuan dwipihak dengan Putin di Paris. Trump dan Putin diperkirakan melakukan pembicaraan resmi pada akhir bulan ini ketika keduanya menghadiri temu puncak G-20 di Buenos Aires.

Penasihat Khusus Robert Mueller menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan umum Amerika Serikat pada 2016 dan segala kemungkinan persekongkolan dengan kampanye Trump.

Editor: Boyke Soekapdjo/Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Prasangka buruk terhadap Muslim di Jerman meningkat tajam

Berlin, Jerman (ANTARA News) – Prasangka terhadap orang Muslim, migran dan pencari suaka telah meningkat tajam di Jerman, menurut hasil studi  yang dilakukan Leipzig University.

Hampir 55 persen orang Jerman menyatakan mereka merasa seperti orang asing di negeri mereka sendiri sebab begitu banyak orang Muslim. Pada 2010, sebelum krisis pengungsi muncul, 33 persen responden memiliki pandangan seperti itu.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa kebencian terhadap orang asing kian tersebar luas di seluruh Jerman.

Di antara 36 persen orang yang dimintai tanggapan mengatakan mereka menganggap Jerman dalam keadaan bahaya karena dipenuhi orang asing.

Lebih seperempat dari mereka mengatakan mereka percaya orang asing mesti dikirim kembali ke negara asal mereka kalau terjadai kekurangan lapangan kerja di Jerman, demikian dilaporkan kantor berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

Profesor Elmar Braehler, yang melakukan penelitian itu bersama dengan Dr. Oliver Decker, mengatakan xenofobia dan praduga buruk terhadap orang Muslim menyulut lonjakan partai sayap kanan-jauh Alternative for Germany (AfD).

“Rakyat yang memiliki pandangan kanan-jauh sekarang berpaling dari Uni Kristen Demokrat dan Partai Sosial Demokrat dan menemukan rumah baru di AfD,” katanya.

AfD, yang mengesahkan retorika terbuka anti-Islam, berkilah bahwa negeri itu “berada di bawah ancaman Islamisasi”, terutama setelah hampir satu juta pengungsi –kebanyakan dari Suriah dan Irak– tiba di negeri tersebut sejak 2015.

Jerman, negara dengan lebih dari 81 juta warga, memiliki warga Muslim paling banyak kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Di antara hampir 4,7 juta orang Muslim di negeri itu, tiga juta berasal dari Turki.

Selama beberapa tahun belakangan ini, negeri tersebut telah menyaksikan peningkatan Islamofobia dan kebencian terhadap migran akibat propaganda dari partai sayap kanan-jauh dan populis, yang telah memanfaatkan ketakutan akibat terorisme dan krisis pengungsi.

 Baca juga: Muslim Eropa Anti Radikalisme

Editor: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Rusia akan jadi tuan rumah pembicaraan pemerintah Afghanistan, Taliban

Moskow (ANTARA News) – Rusia mengatakan pada Sabtu bahwa Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sepakat mengutus sekelompok politisi utama ke pembicaraan perdamaian di Moskow dengan delegasi mewakili Taliban juga akan hadir.

Rusia pada Agustus mengusulkan penyelenggaraan pembicaraan perdamaian multilateral di Moskow dan mengundang 12 negara serta Taliban untuk menghadiri pertemuan puncak bulan berikutnya. Tetapi, pertemuan itu ditunda setelah Ghani menolak undangan tersebut dengan alasan bahwa pembicaraan dengan Taliban hendaknya dipimpin pemerintah Afghanistan.

Dalam pernyataan Sabtu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pembicaraan tersebut sekarang sudah terpastikan untuk diadakan pada 9 November, demikian Reuters melaporkan.

“Untuk pertama kali, delegasi dari kantor politik Taliban di Doha akan menghadiri pertemuan internasional tingkat tinggi,” katanya.

Baca juga: Rusia siap pasok senjata buat Afghanistan

Baca juga: Tentara Soviet hilang pada 1980 ditemukan di Afghanistan

Kementerian itu mengundang beberapa negara lain untuk mengirim wakil-wakil mereka, termasuk India, Iran, Pakistan, China dan Amerika Serikat.

Dalam laporan Reuters sebelumnya Rusia diberitakan diam-diam mengundang sekelompok politisi kawakan Afghanistan untuk mengadakan pembicaraan dengan Taliban di Moskow, kata sumber, Jumat.

Langkah Rusia itu melewati pemerintahan Presiden Ghani dan membuat marah pejabat di Kabul, yang mengatakan hal itu dapat mengacaukan upaya perdamaian, yang didukung Amerika Serikat.

Undangan itu, yang diserahkan dua bulan lalu diplomat Rusia di Kabul, dipastikan kepada Reuters enam dari delapan pemimpin, termasuk mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, atau pembantu mereka dan politisi terkemuka dengan hubungan kepada pemerintahan Afghanistan.

Kedutaan besar Rusia di Kabul menolak berkomentar.

Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Enam orang tewas saat topan terjang Italia

Roma (ANTARA News) -Enam orang meninggal, satu hilang dan beberapa orang cedera akibat gelombang cuaca ekstrem yang telah menerjang Italia sejak akhir pekan lalu, demikian laporan dinas pertolongan dan media lokal pada Senin (29/10).

Topan Atlantik membawa hujan lebat yang mengakibatkan banjir saat air sungai meluap dan mengalir ke hulu Semenanjung Laut Tengah. Sementara itu angin dengan kecepatan sampai 149 kilometer per jam menumbangkan pohon, papan iklan, serta kincir angin, dan pemerintah menginstruksikan warga beberapa daerah agar mengungsi sebab angin puting beliung menyapu laut yang airnya menerjang daerah pantai.

Tiga orang menemui ajal karena pohon menimpa mobil mereka: satu orang di Kota Terracine di Italia Selatan –tempat topan menerjang pusat kota tersebut dan membuat dua orang luka parah, dan dua di Kota Fronsinone di bagian tengah negeri itu, kata lembaga penyiaran umum RAI dan petugas pemadam di akun Twitter.

Seorang perempuan tewas di kota kecil di dekat Kota Savona di bagian barat-laut negeri tersebut, setelah ia tertimpa puing yang diterbangkan oleh tornado, demikian laporan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam. Angin topan itu juga merobek beberapa tempat lampu, dan seorang mahasiswa teknik yang berusia 21 tahun meninggal setelah ia tertimpa pohon saat ia berjalan ke tempat ia belajar di Napoli, kata kantor berita Italia, ANSA, dan harian La Repubblica.

Satu orang meninggal tertimpa pohon yang tercabut sampai akarnya oleh topan di dekat Kota Belluno di Wilayah Veneto, bagian timur-laut Italia, demikian laporan lembaga penyiaran swasta TGcom24 dan harian Corriere del Veneto.

Pemerintah masih mencari seorang lelaki yang hilang di laut yang bergelombang pada Ahad, saat ia naik perahu layar di lepas pantai di ujung “sepatu” Italia, kata petugas pemadam di akun Twitter.

Lembaga Perlindungan Sipil mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa Perdana Menteri Giuseppe Conte telah menandatangani instruksi mobilisasi luar biasa bagi Wilayah Veneto, tempat Venesia berada, untuk memungkinan Lembaga tersebut mengkoordinasikan rombongan kendaraan dari wilayah lain Italia ditambah korps relawan nasional “yang menanggapi situasi yang sangat kritis”.

Baca juga: Italia Tengah disapu salju dan gempa

Gubernur Veneto Luca Zaia telah mengumumkan keadaan darurat dan menutup sekolah pada Senin dan Selasa di wilayah itu, tempat 110.000 orang dilaporkan tak memperoleh listrik dan warga di berbagai kota besar dan kecil –keduanya di pegunungan dan di dataran rendah– telah disarankan agar menjauhi kolam air dan mengungsi dari apartemen lantai bawah karena topan kuat yang diperkirakan membuat air sungai membanjiri daerah dataran rendah selama malam hari antara Senin dan Selasa, kata Corriere del Veneto, edisi lokal surat kabar Corriere della Sera.

Sekolah ditutup di Roma, tempat seorang kepala petugas pemadam cedera terkena puing saat regunya beraksi, dan di kota pantai Ostia dan Latina –yang berdekatan, tempat RAI melaporkan beberapa orang cedera, dua di antara mereka parah, akibat terjangan tornado yang menghancurkan toko dan instalasi di pantai serta mengoyak atap beberapa gudang.

Di Italia Utara, akses jalan ke Bandar Udara Linate di Milan juga terhalang oleh pohon yang tumbang, sehingga banyak penumpang harus keluar dan jalan kaki ke terminal, sementara langit-langit perguruan tinggi bergengsi di kota tersebut, Polytechnic University, ambruk selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung. “Untungnya mahasiswa tidak cedera,” kata lembaga penyiaran swasta Sky TG24.

Lembaga Perlindungan Sipil telah mengeluarkan peringatan merah untuk seluruh Wilayah Italia Utara dan siaga oranye di banyak wilayah Italia Tengah serta Selatan untuk Selasa. Peringatan siaga merah dan oranye adalah dua tingkat paling tinggi dalam peringatan empat tingkat, dan keduanya memperingatkan kemungkinan hilangnya nyawa dan kerusakan besar pada prasarana akibat peristiwa kritis seperti topan.

Sedikitnya 16,6 persen wilayah Italia, sama dengan 50.000 kilometer persegi, menghadapi resiko tinggi tanah longsor dan banjir selama cuaca ekstrem, kata Lembaga Tinggi bagi perlindungan Lingkungan Hidup (ISPRA).

Editor: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Presiden Kazakhstan kirim pesan duka cita melalui Presiden Jokowi

Jakarta0 (ANTARA News) – Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev mengirimkan pesan dukacita kepada para keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melalui Presiden Joko Widodo.

Keterangan dari Kedutaan Besar Kazakhstan untuk Indonesia yang diterima Antara di Jakarta, Selasa, menyebutkan dengan perasaan sangat sedih, Presiden Nazarbayev mengetahui pesawat milik maskapai Lion Air itu mengalami kecelakaan dan para penumpangnya meninggal.

“Presiden Nursultan Nazarbayev telah mengirimkan pesan duka cita melalui Presiden Joko Widodo,” kata Duta Besar Kazakhstan Askhat T. Orazbay saat bertemu dengan pengurus Indonesia Kazakhstan Friendship Club di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Kazakhstan minta RI sebagai anggota DK PBB perkuat stabilitas global

Atas nama pemerintah dan rakyat Kazakhstan serta pribadi, kepala negara Kazakhstan itu menyampaikan belasungkawa kepada korban dan berempati kepada keluarga yang ditinggalkan, tulis telegram yang dikirim.

Pesawat Lion Air JT 610 dengan 189 orang di dalamnya terbang dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Banten menuju Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, dan kemudian hilang kontak pada Senin (29/10) pukul 06.33 WIB.

Menurut informasi awal dari Kementerian Luar Negeri Kazakhstan, sejauh ini tidak ada warga negara Kazakhstan di dalam pesawat itu.

Dubes Orazbay juga mengatakan Presiden Nazarbayev menyampaikan belasungkawa kepada para korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

“Presiden Nazarbayev menyampaikan belasungkawa melalui Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir yang berada di Kazakhstan baru-baru ini untuk mengikuti sebuah pertemuan dan Presiden Kazakhstan hadir di sana,” kata dia.

Dalam pertemuan dengan para pengurus IKFC di antaranya mantan Dubes RI untuk Kazakhstan Foster Gultom sebagai ketua, Dubes Orazbay menyampaikan informasi tentang Peran Kazakhstan dalam Perlucutan Senjata Nuklir dan Non-Proliferasi.

Saat ini Kazakhstan tengah memasuki tahun terakhirnya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dan mendukung Indonesia yang menggantikannya untuk periode 2019-2020.

Editor: Arnaz F. Firman

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pangeran Harry dan Meghan disambut upacara di Selandia Baru

Wellington (ANTARA News) – Pangeran Harry dari Inggris dan istrinya -Meghan- disambut dengan upacara di Selandia Baru pada Ahad (28/10) ketika tiba untuk lawatan terakhir dari rangkaian perjalanan mereka ke sejumlah negara di Pasifik.

Pasangan kerajaan itu, yang melakukan lawatan pertama kerajaan sejak menikah pada Mei, sudah mengunjungi Australia, Fiji dan Tonga. Mereka diterima di bandar udara Wellington oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern.

Upacara penyambutan resmi berlangsung di halaman Wisma Pemerintah, kediaman Gubernur Jenderal Dame Patsy Reddy.

Harry dan Meghan beradu hidung dengan para pemimpin Maori dalam penyambutan adat, yang disebut “hongi”, dan juga disambut dengan “haka”, tarian perang suku, yang sudah berumur berabad-abad, untuk menghormati dan menghargai mereka. Penghormatan dengan penembakan meriam 21 kali juga dilakukan.

Meghan mengenakan mantel bermotif kotak-kotak coklat dan gaun hitam sederhana, sementara Harry berbusana abu-abu gelap. Keduanya memakai pin di dada mereka.

Sebelumnya, Harry dan Meghan mengunjungi Taman Makan Pahlawan Perang Nasional Pukeahu untuk meletakkan karangan bunga di pusara Ksatria Tidak Dikenal dan mengunjungi UK Memorial.

Kerumunan orang berkumpul untuk melihat dari dekat, walaupun sekilas, sang cucu Ratu Elizabeth dan istrinya. Pasangan itu menghabiskan waktu bertemu dengan berjabat tangan dengan para pengagum mereka sebelum pergi.

Pasangan tersebut terbang dari Australia pada Ahad setelah menutup Invictus Games di Sydney semalam dan disertai beberapa atlet Invictus Games dari Selandia Baru.

Invictus Games, yang dibentuk Harry, adalah perlombaan seperti paralimpiade internasional bagi anggota militer yang cedera dalam pertempuran.

Pada Ahad malam, pasangan itu akan menghadiri resepsi merayakan ulang tahun ke-125 hak pilih wanita. Selandia Baru menjadi negara pertama di dunia dengan kaum wanita dapat memberikan suara dalam pemilihan anggota parlemen pada 1893.
 
Baca juga: Tur Pasifik, Pangeran Harry – Meghan Markle disambut di Selandia Baru
Baca juga: Pesawat yang ditumpangi Meghan Markle dan Harry batal mendarat di Sydney

Sumber: Reuters
Editor: Mohamad Anthoni/Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Uni Eropa buat 23 komitmen baru di pertemuan kelautan

Nusa Dua, Bali  (ANTARA News) – Uni Eropa membuat 23 komitmen baru untuk meningkatkan keadaan laut pada pertemuan ke-5 Konferensi Laut Kita (OOC) di Nusa Dua, Bali, pada 29-30 Oktober 2018.

“Kita semua membutuhkan lautan, dan lautan membutuhkan kita. Kita harus segera mengurangi sampah laut dan sumber lain pencemaran, menghentikan penangkapan gelap ikan dan mendukung lingkungan hidup, yang rapuh,” kata Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Lingkungan, Kelautan dan Perikanan, Karmenu Vella, dalam jumpa pers di Balai Sidang Nusa Dua Bali.

Vella menekankan bahwa ekonomi biru perlu dimantapkan melalui penciptaan pekerjaan dan pertumbuhan berkelanjutan dengan didukung penelitian canggih dan teknologi mutakhir.

Untuk itu, Uni Eropa mengukuhkan 23 komitmen baru untuk meningkatkan keadaan kelautan dan mengelola isinya. Tekad Uni Eropa itu termasuk penyediaan 100 juta Euro bagi penelitian dan pengembangan dalam rangka penanganan pencemaran sampah plastik, dan dana 82 juta untuk kegiatan penelitian laut dan kelautan, termasuk kajian seputar ekosistem, pemetaan dasar laut dan pengembangan sistem budidaya air, yang inovatif.

Tekad baru Uni Eropa tersebut juga diwujudkan dalam bentuk investasi senilai 18,4 juta Euro untuk menciptakan ekonomi biru di kawasan Eropa, yakni sektor ekonomi bertumpu pada lautan dan berbagi sumber dayanya, yang lebih berkelanjutan.

Selain itu, demonstrasi program observasi bumi, yang diprakarsai Uni Eropa dan diberi nama “Copernicus” menjadi salah satu yang dipromosikan dalam daftar komitmen baru tersebut. Dukungan bagi program tersebut akan ditingkatkan dengan tambahan dana 12,9 juta Euro bagi keamanan kelautan dan penelitian untuk layanan lingkungan pesisir.

Vella menyebutkan bahwa dua tahun lebih awal dari tenggat semula ditetapkan, 10 persen dari seluruh perairan di Uni Eropa secara khusus telah dijadikan Kawasan Perlindungan Laut.

Uni Eropa saat ini bekerjasama dengan Indonesia dan negara tuan rumah lain OOC pada masa depan untuk menjaga momentum menuju lautan lebih bersih dan lebih aman.

OOC diadakan setiap tahun dan menggalang tekad nyata pemerintah, perusahaan, dan lembaga swadaya masyarakat. Konferensi sebelumnya diselenggarakan di Amerika Serikat pada 2014 dan 2016, di Cile pada 2015, Malta pada 2017, dan Indonesia pada 2018.

Baca juga: Indonesia ajak negara kepulauan kerja sama hadapi dampak iklim
Baca juga: Presiden: Jangan terlambat berbuat untuk laut kita

 Editor: Boyke Soekapjdo

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Indonesia berkomitmen tingkatkan kerja sama bilateral dengan Bosnia-Herzegovina

Jakarta (ANTARA News) – Duta Besar Indonesia untuk Bosnia- Herzegovina Amelia Achmad Yani menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kerja sama bilateral dengan Bosnia- Herzegovina.

 “Hubungan bilateral Indonesia dengan Bosnia-Herzegovina sudah berlangsung sangat baik sehingga perlu ditingkatkan lagi. Saat tahun pertama saya bertugas hingga sekarang, saya diterima sangat baik oleh masyarakat Bosnia-Herzegovina,” ujar Amelia Achmad Yani di Jakarta, Rabu.

Pernyataan putri pahlawan revolusi Jenderal Achmad Yani itu disampaikan usai menyaksikan penandatanganan kerja sama pertukaran informasi antara Kantor Berita Antara dan Fena di Wisma Antara, Jakarta, Rabu.

Dubes Amelia telah menyusun upaya-upaya konkret untuk meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai bidang.

Di bidang informasi, katanya, Kedutaan Besar Indonesia di Sarajevo memfasilitasi pertemuan Kantor Berita Bosnia- Herzegovina Fena dengan Kantor Berita Indonesia Antara untuk melakukan pertukaran informasi dan data.

“Saya semangat sekali untuk memulai program kerja sama ini. Kami akan melakukan pertukaran jurnalis antara kedua negara,” kata dia.

Ia mengatakan Bosnia- Herzegovina mempunyai ikatan kuat dengan Indonesia.

“Di sana sudah ada dua buku tentang Indonesia yang ditulis oleh warga Bosnia- Herzegovina. Buku yang pertama menitikberatkan tentang Jenderal Achmad Yani dan buku yang kedua tentang KBRI Sarajevo. Artinya itu ada ikatan yang sangat kuat antara kedua negara,” ujar Amelia.

Sementara itu di bidang pendidikan, kata dia, sebanyak empat universitas di Bosnia-Herzegovina akan bekerja sama dengan Universitas Indonesia dan Universitas Jenderal Achmad Yani.

Keempat universitas dari Bosnia-Herzegovina tersebut adalah Universitas Sarajevo, Universitas Tuzla, Universitas Zenica, dan Universitas Mostar.

“Jadi saya ingin ada pertukaran mahasiswa. Siswa Indonesia bisa tinggal di Bosnia untuk mempelajari bahasa dan budaya setempat selama tiga hingga enam bulan. Begitupun sebaliknya, mahasiswa Bosnia bisa belajar bahasa dan budaya Indonesia,” kata dia.

Kerja sama tersebut juga terkait pertukaran dosen untuk saling berbagi pengetahuan maupun pengalaman.

“Di sana, mayoritas jurusan di universitas-universitas Bosnia-Herzegovina itu adalah kedokteran, teknik, dan keperawatan. Universitas Indonesia dan Universitas Jenderal Achmad Yani juga mempunyai jurusan kedokteran, teknik, dan keperawatan. Universitas-universitas kedua negara bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman,” kata dia.

Untuk bidang perdagangan, Dubes Amelia mengatakan sebanyak lima pengusaha Bosnia-Herzegovina akan mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) yang ke-33.

Trade Expo Indonesia berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang 24-28 Oktober 2018.

“Ada lima pengusaha Bosnia-Herzegovina yang menghadiri Trade Expo Indonesia. Di antara mereka, ada yang mencari ikan dari laut Indonesia untuk disuplai ke semua hotel di Bosnia dan negara-negara Balkan lainnya. Kemudian, ada yang lagi ingin membeli minyak sawit dan turunannya,” ujarnya.

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Empat prajurit AS cedera di Norwegia jelang latihan NATO

Oslo (ANTARA News) – Empat prajurit Amerika Serikat menderita cedera dalam latihan besar yang diselenggarakan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Norwegia akibat kecelakaan yang melibatkan empat kendaraan pada Selasa, kata militer AS.

Seorang prajurit segera dipulangkan setelah dirawat di rumah sakit, dan tiga lain masih berada dalam pemantauan, menurut Pusat Informasi Gabungan AS dalam pernyataan.

Para prajurit itu sedang berada di truk-truk yang mengangkut kargo ke Kongens Gruve, Norwegia, untuk mendukung “Trident Juncture 18”, latihan terbesar NATO dalam beberapa tahun belakangan, dua hari menjelang kegiatan dimulai.

Trident Juncture 18 akan melibatkan sekitar 50.000 personel dari para sekutu NATO dan negara-negara mitra, sekitar 250 pesawat, 65 kapal dan hingga 10.000 kendaraan. Latihan itu akan berlangsung pada 25 Oktober-7 November di bagian tengah dan timur Norwegia, kawasan-kawasan sekitar Atlantik Utara dan Laut Baltik, termasuk Islandia dan ruang udara Finlandia dan Swedia.

“Kecelakaan tersebut terjadi ketika tiga kendaraan bertabrakan dan kendaraan keempat, yang berusaha menghindari tiga kendaraan itu, terbalik,” kata Pusat Informasi.

Kendaraan dan personel dalam kecelakaan itu diperbantukan pada Pasukan Truk Gabung ke-51 Angkatan Darat Amerika Serikat, yang berkedudukan di Baumholder, Jerman.

Militer AS bekerja sama dengan pihak berwenang Norwegia untuk menyelidiki kecelakaan tersebut.

Baca juga: Trump siap bantu negara NATO membeli persenjataan AS
Baca juga: NATO minta Rusia laksanakan tanggung jawab di Suriah

Editor: Mohamad Anthoni/Elizwan Azly

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Jerman hentikan ekspor senjata ke Arab Saudi

Berlin, Jerman (ANTARA News) – Jerman pada Ahad (21/10) mengumumkan negara itu akan menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudi di tengah keraguan mengenai penjelasan Riyadh berkaitan dengan terbunuhnya wartawan Jamal Khashoggi.

Ketika berbicara kepada wartawan setelah pertemuan Uni Kristen Demokrat (CDU) di Berlin, Kanselir Jerman Angela Merkel menuntut penjelasan segera mengenai terbunuhnya Khashoggi.

“Sejauh berkaitan dengan ekspor senjata, itu tak bisa berlangsung dalam kondisi saat ini,” kata Merkel.

Wanita pejabat itu juga menggarisbawahi bahwa Berlin akan mengadakan pembicaraan dengan semua mitra internasionalnya untuk mengeluarkan reaksi bersama.

Khashoggi terakhir kali terlihat pada 2 Oktober, ketika ia memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Setelah berhari-hari membantah mengetahui keberadaan Khashoggi, Arab Saudi pada Sabtu (20/10) menyatakan Khashoggi meninggal selama perkelahian di dalam Konsulat.

Baca juga: Arab Saudi dilaporkan mengakui Khashoggi meninggal di dalam konsulat

Pada hari hilangnya Khashoggi, 15 warga negara Arab Saudi –termasuk beberapa pejabat– tiba di Istanbul dengan naik dua pesawat dan memasuki Konsulat saat ia berada di dalamnya, kata beberapa sumber polisi Turki. Sejak itu, semua orang yang diidentifikasi tersebut telah meninggalkan Turki.

Satu tim gabungan Turki-Arab Saudi menyelesaikan penyelidikan mengenai kasus itu pada Kamis (18/10), setelah menggeledah kediaman konsul jenderal serta Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Jerman telah menyerukan reaksi bersatu internasional atas terbunuhnya wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, kata kantor berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.

“Kita memerlukan reaksi bersatu dari masyarakat internasional,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas di akun Twitter pada Ahad (21/10). Ditambahkannya, Berlin sedang mengkoordinasikan pendiriannya bersama dengan Prancis, Inggris, mitra lain Uni Eropa dan negara G7.

Maas mengatakan penyelidikan “yang dapat dipercaya” diharapkan dari Arab Saudi mengenai kondisi sesungguhnya seputar kematian Khashoggi.

Baca juga: Jerman diminta tangguhkan penjualan persenjataan ke Saudi terkait kematian Khashoggi

Editor: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Pejabat AKP: Turki tidak akan tutupi pembunuhan Khashoggi

Istanbul (ANTARA News) – Turki tidak akan mengizinkan upaya menutup-nutupi pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, kata anggota senior Partai AK pimpinan Presiden Tayyip Erdogan pada Ahad, dengan memperingatkan akibat yang timbul bisa “mengerikan”.

Setelah membantah terlibat dalam hilangnya Khashoggi, 59 tahun, selama dua pekan, Arab Saudi pada Sabtu mengatakan wartawan dan pengeritik Putera Mahkota Mohammad bin Salman itu meninggal dalam perkelahian di konsulat tersebut. Sejam kemudian, seorang pejabat Saudi menyebut kematiannya karena cekikan, demikian Reuters melaporkan.

“Jika peristiwa itu terjadi sebagaimana diberitahukan ke seluruh dunia, tidak ada cara pejabat Saudi bisa menutup-nutupinya dengan mengatakan satu tim dari Arab Saudi datang dan dua atau tiga pria di antara mereka membunuhnya,” kata Numan Kurtulmus, wakil ketua AKP kepada CNN Turk dalam wawancara.

Baca juga: Turki: Penyidik kemungkinan temukan apa yang terjadi atas jasad Khashoggi

“Kejahatan di satu konsulat tidak dapat dilaksanakan tanpa sepengetahuan pejabat tinggi negara itu. Jika kejahatan itu benar-benar dilakukan seperti yang dikatakan, jika bukti sebenarnya mengarah kepada simpulan itu, keadaan akan mengerikan dan itu akan punya dampak hukum sangat berat,” katanya.

Di tengah tanggapan skeptis dari berbagai negara atas penjelasan yang diberikan Arab Saudi terkait pembunuhan Khashoggi, seorang pejabat pemerintah menyebutkan versi baru yang berbeda dari laporan sebelumnya.

Versi terbaru itu mencakup rincian mengenai bagaimana tim beranggota 15 warga Saudi dikirim untuk menemui Khashoggi dan mengancamnya akan dibius dan diculik dan kemudian membunuhnya dengan cara dicekik ketika dia melawan. Seorang anggota tim kemudian mengenakan pakaian Khashoggi supaya kelihatan seolah-olah dia telah meninggalkan konsulat tersebut.

Editor: Boyke Sokapdjo

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Ratusan ribu orang berunjuk rasa tuntut referendum kedua soal Brexit

London/Belfast (ANTARA News) – Ratusan ribu pendukung Uni Eropa berunjuk rasa di London pada Sabtu dalam demonstrasi dipandang terbesar sejauh ini, menuntut pemerintah Inggris mengadakan pemungutan suara terkait Brexit.

Pengunjuk rasa itu mengibarkan bendera UE berwarna biru dan bintang emas dan pada saat cuaca cerah, juga memegang spanduk menyerukan referendum lagi tentang perjanjian akhir mengenai bagaimana Inggris akan meninggalkan kelompok perdagangan terbesar di dunia itu.

Unjuk rasa tersebut terjadi setelah pekan penuh gejolak bagi Perdana Menteri Theresa May. Ia gagal menyepakati perjanjian pemisahan dengan para pemimpin UE di Brussel dan menyebabkan anggota partainya membuat konsesi lagi dalam pembicaraan itu, demikian Reuters melaporkan.

Baca juga: Inggris dan UE belum capai kesepakatan penuh terkait Brexit

Baca juga: Theresa May: Inggris siap jika negosiasi Brexit gagal

Dengan waktu tersisa lima bulan hingga Inggris keluar, belum ada kejelasan mengenai perjanjian perdagangan pada masa mendatang dengan UE dan beberapa pemberontak di Partai Konservatif May mengancam membuat kesepakatan jika belum juga ada perjanjian.

James McGrory, salah seorang penyelenggara pawai, mengatakan para pemilih semestinya memiliki peluang untuk mengubah pikiran mereka karena keputusan akan berdampak pada kehidupan mereka dari generasi ke generasi.

“Orang berpikir negosiasi Brexit kacau balau. Mereka tidak punya kepercayaan pada pemerintah untuk memenuhi janjinya, sebagian karena tidak dapat dipenuhi,” kata dia.

Penyelenggara mengatakan sekitar 700.000 orang ikut dalam unjuk rasa itu, yang akan menjadikannya terbesar di Inggris sejak demonstrasi menentang perang Irak pada 2003.

Editor: Boyke Soekapdjo

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018